Kamar Orang Tuaku Menjadi Sarang Mesum Bersama Ryan

Kamar Orang Tuaku Menjadi Sarang Mesum Bersama Ryan

Info For AtmDomino Situs Judi Online – Namaku Irma tapi biasa dipanggil I’in oleh orang di rumah, Aku sulung dari 4 bersaudara yg semuaý perempuan. Saat ini usiaku 34 tahun & adik bungsuku Tita 21 tahun. Aku sangat menjaga bentuk tubuhku, dngn tinggi ba& 167 cm & berat ba& 59 kg, tidak ada yg menygka kalau aku sudah memiliki 2 orang anak yaitu Echa 6 & Dita 3 tahun. Kalau kata suamiku, teman-temaný sering memuji tubuhku, terutama pada bagian pinggul & tetekku yg berukuran 34B hingga terlihat sangat seksi jika se&g mengenakan baju yg press sheet boody.

Percumbuanku dngn Ryan terus berlanjut tanpa pernah ada halangan yg benar-benar mengganggu, seperti jika suamiku datang dari kota tempat dia bekerja, atau “tamu” wanita yg datang rutin tiap bulaný. Setiap kali bercumbu dngný aku selalu mendapatkan kenikmatan orgasme yg tak terhingga, mulai dari gaya yg baru sampai tempat-tempat yg selama ini tak pernah kukira akan dapat melakukan hubungan sex di sana hingga itu membuatku semakin merasa terikat & sulit untuk dapat lepas dariý.

Kamar Orang Tuaku Menjadi Sarang Mesum Bersama Ryan

Salah satu tempat yg sangat berkesan olehku adalah saat kami berdua melakukaný di rumah orang tuaku. Itu semua berawal dari keberangkatan kedua orang tuaku kekota Bpp karena ada keluarga yg akan menikah, rencanaý mereka akan menginap satu malam di sana. Atas permintaan Tita, aku & kedua anakku diminta bermalam karena dia takut kalau harus sendirian. Selain itu atas izin ayah kami, Ryan diminta Tita untuk bermalam & keberadaanku di sana bertindak untuk menjaga kalau sampai mereka kelepasan.

Terýta Ryan memiliki kejutan yg dia persiapkan begitu mendengar kalau aku juga akan ikut bermalam di sana. Malam itu sekitar jam 20:10, kami baru saja selesai makan malam. Setelah menyikat gigi, aku menidurkan kedua anakku di kamar yg dulu kutempati. Setelah 10 menit aku yakin kalau kedua anakku telah tertidur pulas, aku mematikan lampu & keluar pelan-pelan dari kamar itu. Saat sampai di depan TV aku mencari Tita, tapi dia tidak ada di sana sementara Ryan se&g asyik di sofa sambil tidur-tiduran di sana. Lalu aku mencariý di dapur, kuketuk pintu WC, di sana tidak ada juga. Akhirý aku kembali ke ruang tengah.

“Geser dikit Yan. . Kamu lihat Tita nggak. . ?” taýku padaý.

“Sudah tidur Kak. .” jawab Ryan sambil duduk.

“Tumben sudah pulas jam segini. . Biasaý juga jam 10? komentarku.

Ryan tersenyum mendengar perkataanku, lalu dia merapatkan posisi duduký ke tubuhku. Sementara mataý menatap tajam ke arahku dari atas sampai ke bawah. Walau tahu se&g dipelototi aku pura-pura cuek sambil menonton TV.

Malam itu aku mengenakan T-shirt tipis tanpa lengan yg lebih mirip singlet warna putih dngn dalaman BH warna hitam. T-shirt itu agak longgar, tapi tidak dapat menyembunyikan bentuk lekukan yg menonjol di dadaku. Tipisý kain T-shirt & BH yg kupakai membuat bentuk puting tetekku secara samar bisa terlihat. dngn belahan dada T-shirt yg rendah membuat kedua tetekku akan terlihat dngn jelas jika se&g membungkuk sedikit saja. Kamar Orang Tuaku Menjadi Sarang Mesum Bersama Ryan

Bawahanku adalah celana ketat selutut yg juga warna putih. Celana ketat itu memamerkan keindahan garis tubuhku pada bagian bawah. Lekukan pinggul & pantatku yg sekal tercetak secara ýta di celana yg kukenakan saat itu. Sebenarý aku memakai semua itu untuk menyenangkan Ryan, tapi aku tak mau mengatakaný karena aku sengaja ingin membuatý menjadi panas dingin. Selain itu aku tak ada rencana untuk bercinta dngný karena kondisi yg kurang mendukung, apa mau dikata rencana tinggal rencana.

“Kakak seksi banget malam ini. . Aku jadi terangsang nih” bisik Ryan di telingaku sebelah kiri.

“Jangan Yan. . ini di rumah ayah. .” aku menolak sambil mendorong dadaý dngn kedua tanganku.

“Nggak apa Kak. . Toh mereka juga nggak bakal tahu. .” kata Ryan sambil meremas tetekku.

“Mmmh. . Tapi. . Ada. . Tita di kamar. . Kalo dia. . Akkh. . Bangun. . Gimana. . ?” ujarku sambil mencoba menahan kedua tanganý yg mencoba menelusup ke dalam T-shirt yg aku kenakan.

“Tenang aja Kak. . Aku udah masukin obat tidur ke dalam teh yg dia minum tadi. . Kalo kakak nggak mau. . Aku tidur sama Tita aja dah. .” BandarQ

Mendengar perkataaný itu, aku kaget bukan kepalang. Selain masalah obat tidur, aku takut kalau Ryan akan benar-benar meniduri Tita malam ini. Selang

beberapa waktu aku tenggelam dalam pikiranku, & saat aku sadar terýta tubuhku bagian atas tinggal tertutup oleh BH yg kaitaný telah terlepas.

“Oke Yan. . Kakak mau. . Tapi jangan disini. .” pintaku pada Ryan.

Sex nikkmaaattt

“Terserah kakak aja. .” kata Ryan sambil menghentikan kegiataný.

“Setengah jam lagi kamu masuk ke kamar. . Kakak mau siap-siap dulu. .”

Ryan mengangguk, lalu mengangkat tubuhý yg se&g menindihku yg sudah setengah telanjang.

Setelah mengenakan kembali BH & T-Shirt yg tadi dipreteli oleh Ryan, aku langsung berdiri. Saat hendak melangkah, tiba-tiba Ryan merangkul pinggulku, kepalaý langsung tenggelam di pangkal pahaku sementara kedua tanganý meremas pantatku. Aku mendesah saat merasakan lidahý yg menusuk-nusuk celana tipis yg kukenakan. Selang 5 menit kemudian Ryan melepaskan tubuhku & membiarkan aku berjalan ke kamar.

Masuk ke kamar orang tuaku, pintu langsung kututup & kulepaskan semua kain yg melekat di tubuhku kemudian dngn setengah berlari aku masuk ke toilet yg terdapat di kamar tersebut. Kuambil sabun sirih khusus untuk membersihkan alat vital wanita lalu kubersihkan kelaminku dngn sabun itu.

Sekitar sepuluh menit kemudian aku keluar & langsung duduk di meja rias ibuku. Kuperhatikan tubuhku di cermin, sepasang tetek berukuran 34B yg montok & keýl menggelantung indah & menggairahkan. Kuturunkan mataku ke bawah, memekku yg merah terlihat dngn jelas tanpa terganggu oleh rambut kemaluan yg baru tumbuh pendek. Itu karena beberapa hari yg lalu rambut itu telah dicukur habis oleh suamiku.

Kuambil parfum khusus wanita milik ibu & kusemprotkan ke beberapa bagian tubuh. Seluruh bagian leher, ketiak, tetek, perut & paha. Semua itu adalah bagian tubuh yg biasa dijilat Ryan jika se&g mencumbuku. Tanpa mengenakan dalaman, kukenakan kimono tidur milik ibuku & mengikat tali di pinggangý. Kukecilkan volume cahaya kamar agar menjadi lebih romantis. Saat akan bercinta dngn suami saja aku tak pernah melakukan persiapan seperti saat itu, Ryan benar-benar telah membiusku. Setelah itu aku naik ke atas kasur. Kupeluk guling sambil menunggu Ryan masuk, aku merasa deg-degan seperti saat melalui malam pertamaku dngn suami.

Selang beberapa waktu kemudian kudengar pintu kamar diketuk, kupejamkan mata sambil bergulung ke arah kanan. Kemudian terdengar suara pintu dibuka lalu ditutup kembali, suara langkah kaki terdengar mendekat ke arahku. Ryan memanggil-manggil namaku, tapi aku pura-pura tertidur & tak menjawabý.

Kurasakan kasur agak bergerak, rupaý Ryan sudah naik ke atasý. Tanganý menyentuh bahuku & menggoygý, aku masih berpura-pura tertidur. Kemudian dia mengubah posisi tubuhku dngn menelentangkaný, guling yg se&g kupeluk diambilý. Setelah itu terasa tali kimonoku ditariký, & saat Ryan membuka kimono yg kukenakan, hawa dingin ruangan menyengat tubuhku bagian depan. Tak ada gerakan setelah itu, tapi aku yakin kalau saat ini Ryan se&g meman&gi tubuhku bagian depan yg sudah terbuka lebar.

Selama beberapa saat aku tidak merasakan ada gerakan, ini membuatku hendak membuka mata karena penasaran. Tiba-tiba aku merasakan angin hangat pada pangkal pahaku, kubuka mataku sedikit, terýta angin hangat tadi disebabkan oleh Ryan yg bernafas di selangkanganku. Pasti dia se&g menikmati wangi sabun sirih yg kupakai barusan. Hembusan nafas dari hidungý bertiup ke arah pintu liang memekku. Ini menimbulkan sensasi nikmat tersendiri dalam tubuhku.

Ryan terus menghembuskan nafasý di bagian bawah perutku, rasa geli & nikmat bercampur menjadi satu & merangsang tubuhku. Aku mencoba bertahan & melawan kenikmatan yg terus menyerang, tapi tubuhku berkata lain. Kurasakan ada cairan hangat yg mengalir keluar dari memekku, padahal Ryan haý menghembuskan nafas saja tanpa melakukan penetrasi yg lain. Kamar Orang Tuaku Menjadi Sarang Mesum Bersama Ryan

Seiring keluarý cairan hangat dari memekku, udara hangat dari hidung Ryan mulai naik ke atas. Udara itu berputar-putar sejenak di lubang pusar, kemudian menjelajahi setiap jengkal kedua tetekku, bergerak ke atas lagi hingga ke leher. Di sini dia bergerak bolak-balik dari kanan ke kiri. Semua perbuatan Ryan itu membuatku semakin terangsang & hampir saja kehilangan kontrol, berkali-kali aku ingin mengerang saat hidungý menggesek-gesek puting tetekku.

“Sampai kapan mau tidur Kak. . ?” bisik Ryan di telinga kiriku sementara salah satu tanganý memelintir puting tetekku sebelah kanan.

“Aucch. . Sshh. . Ampuun Saan. . Aku dah banguunn” erangku sambil membuka kedua kelopak mata.

Astaga terýta Ryan sudah haý mengenakan CD. Wajah Ryan tampak jelas sekali di hadapanku, ada senyum nakal penuh kemenangan di sana. Kubalas senyumý & dngn penuh hasrat kulingkarkan kedua tanganku di leherý. Kutarik wajah Ryan lebih mendekat ke arahku sampai bibir kami berdua bertemu & langsung beradu.

Bibir Ryan langsung saja melumat bibirku seakan ingin menelaný, lidahý menusuk ke dalam rongga mulutku & mencari-cari lidahku. Aku tak mau kalah, kujulurkan lidahku untuk menggelitik rongga mulut Ryan, ia terpejam merasakan seranganku. Tapi dia tak membiarkan aku mengendalikan permainan kami malam itu, dia melepaskan ciumaný dari bibirku & menciumi wajahku sesuka hati. Sesekali dia mengulum bibirku, lalu menjilati wajahku. Aku semakin mengeratkan rangkulan tanganku pada leherý. Ingin rasaý aku menjerit sekeras mungkin saat merasakan cumbuaný yg semakin liar saja, setelah menggerayg ke leher bibirý terus turun hingga sampai ke atas tetekku. Aku menahan nafas manakala bibirý mulai menciumi kulit di seputar tetekku. Lidahý menari-nari dngn bebas menelusuri kemulusan kulit sepasang tetekku yg sekal & menggairahkan.

Nafas Ryan menderu semakin kencang disertai suara kecipak mulutý yg dngn penuh hasrat melumat tetekku yg montok seolah ingin merasakan setiap inci kekeýlaný.

Dari bibirku meluncur desisan & rintihan nikmat, sementara tanganku meremas rambut Ryan & menekan kepalaý ke dadaku. Rangsangan maha dahsyat menghajar tubuhku manakala bibir Ryan mulai menjilat & mengulum puting tetekku yg telah mengeras. dngn lihai lidahý meýpu seluruh permukaan putingku secara bergantian, aku mengerang halus tiap kali bibir Ryan berhenti di salah satu puting tetekku. Kemudian ia mulai menyedot-nyedot putingku yg malang itu sebelum mengakhiriý dngn sebuah gigitan halus & menariký perlahan dngn gigiý yg putih.

Saat Ryan melakukan itu, puting tetekku yg lain tidak dibiarkaný menganggur begitu saja. dngn nakal jari-jari tangan Ryan memilin & memelintir puting tetekku ini. & jika dia telah menggigit salah satu di antaraý, maka tanganý akan memencet puting yg lain & menariký dngn penuh gairah. & itu dilakukan Ryan bergantian kepada kedua puting tetekku secara berulang-ulang.

Perbuataný itu makin membuatku lupa daratan & serasa melayg-layg di awan di Rumah Orang Tuaku 2

“Yaann. . !” Jeritku lirih memanggil namaý saat untuk yg kesekian kali, puting tetekku disedotý kuat-kuat.

Aku menggelinjang kegelian. Hisapan itu nikmat luar biasa. Selangkanganku semakin basah & mera&g. Tubuhku menggeliat-geliat bagai ular kepanasan mengimbangi permainan lidah & bibir Ryan di tetekku yg terasa semakin menggelembung keras.

“Oohh Kak. . Teteký bagus banget. . Mmphh. . Wuih. . Montok banget. .” rayu Ryan sambil terus memainkan sepasang tetekku.

Tubuhku terus meýmbut hangat setiap kecupan mesra bibirý. Ba&ku melengkung & dadaku kubusungkan untuk mengejar kecupan bibir Ryan. Lalu kudorong kepala Ryan ke bawah menyusur perutku. Dia mengerti dngn apa yg kuinginkan saat ini. dngn nafas menggebu-gebu, ia mulai bergerak. Kedua tangan Ryan menyelusup ke bawah tubuhku & mencekal pinggang, mengangkat pinggulku & meloloskan kimono yg tersangkut di bawah kemudian mencampakkaný entah ke mana. Kini aku benar-benar telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yg menghalangi. Kulirik Ryan yg terpesona meman&gi ketelanjanganku. Gairahku semakin meletup melihat tatapan penuh birahi Ryan, membuatku begitu bangga & tersanjung. Walau sudah sering melihatý, tetap saja Ryan terkagum- kagum jika melihatku dalam keadaan telanjang seperti ini. Mataku melirik ke bawah melihat tonjolan keras di balik CD-ý. Dadaku berdegup, selangkanganku berdenyut & semakin membasah oleh gairah membaygkan kontol keras dibalik CD-ý.

“Yaann. . Nnghh. . Jangan diliatin aja. . Dingin nih. .” rengekku manja dngn gaya yg genit. Ryan seperti tersadar dari lamunaný, & mulai beraksi lagi.

“Abisý ba& kakak seksi banget sih. . Gak bosen aku ngeliat ni ba& kalo lagi telanjang. .” kataý seraya melepaskan CD hingga kini kami sama-sama telanjang.

Kulihat kontolý yg keras itu meloncat keluar seperti ada perý begitu lepas dari kungkungan CD. Mengacung tegang dngn gagahý, besar & panjang. Terlihat olehku otot-otot melingkar di sekujur kontol itu. Aku sudah tak sabar lagi ingin merasakan kekerasaný dalam genggamanku. yg dimiiki Ryan ini membuat puý suamiku seperti milik anak kecil saja. Segera kusambut tubuh Ryan yg menindih ba&ku lagi.

Aku langsung meýmbut hangat ciuman Ryan sambil merangkulý dngn erat. Ciuman itu benar-benar membuatku terhanyut oleh gairah yg semakin meninggi. Terlebih lagi saat kurasakan kontol Ryan yg keras menggesek-gesek perutku, gairahku semakin meledak-ledak dibuatý. Ryan kembali menciumi tetekku, kurasakan & kuresapi setiap remasan & hisapaný dngn penuh kenikmatan. Aku tak mau berdiam saja diwanja seperti itu.

dngn nakal tanganku menggerayg ke sekujur tubuh Ryan, bergerak perlahan namun pasti ke arah kontolý. Hatiku berdesir kencang saat merasakan kontol nan keras itu dalam genggamanku, kutelusuri mulai dari ujung sampai ke pangkalý. Jemariku menari-nari lincah menelusuri urat-urat yg melingkar di sekujur kontolý. Kudengar Ryan mengeluh panjang. Kuingin dia merasakan kenikmatan yg kuberikan. Ujung jariku menggelitik moncongý yg sudah licin oleh cairan. Lagi-lagi Ryan melenguh, kali ini lebih panjang.

Tiba-tiba saja dia membalikkan tubuhý, kepalaý persis berada di atas selangkanganku sementara miliký persis di atas wajahku. Kulihat kontol Ryan bergelantungan, ujungý menggesek -gesek wajahku hingga dngn refleks mulutku langsung menangkap kontol itu. Kukulum pelan-pelan dngn penuh perasaan. Ryan sepertiý tidak mau kalah dngn gerakanku yg agresif dngn Lidahý menjulur menelusuri garis memanjang bibir memekku.

Hal ini membuatku terkejut, tubuhku bergetar seakan diserang listrik. Kurasakan darahku berdesir kemana-mana, sementara lidah Ryan bermain semakin lincah. Menjilat, menusuk-nusuk, menerobos rongga rahimku. Ini membuatku seperti melayg-layg di atas awan. Nikmatý sungguh tidak terkira, pinggulku tak bisa diam mengikuti kemana jilatan lidah Ryan berada. Tubuhku seperti dialiri listrik berkekuatan tinggi. Gemetar menahan desakan kuat dalam tubuhku. Aku semakin tak tahan menerima berbagai kenikmatan yg dibuat oleh lidah Ryan. Perutku mengejang, kakiku merapat, menjepit kepala Ryan. Seluruh otot-ototku menegang, & jantungku serasa berhenti berdetak. Sekuat tenaga aku bertahan sampai akhirý tubuhku tak mampu lagi menahan kenikmatan gelombang orgasme yg meledak-ledak.

Diiringi jeritan lirih & panjang, tubuhku menghentak berkali-kali mengikuti semburan cairan hangat dalam memekku. Aku terhempas di atas ranjang dngn tubuh lunglai tak bertenaga. Lagi-lagi puncak kenikmatan orgasme yg kuraih bersama Ryan terasa dahsyat & luar biasa.

“Oohh. . Yyann. . Nghh. . Enak sekali. .” rintihku tak kuasa menahan diri. DominoQQ

Kamar Orang Tuaku Menjadi Sarang Mesum

Mengapa kenikmatan seperti ini tak bisa lagi kudapatkan dari suami yg sangat kucintai, yg ada haý rasa menggantung jika se&g bercumbu dngný. Semenatara Ryan memberikan kenikmatan tak terhingga setiap kali kami bercinta. Sambil menetralisir nafasku yg naik-turun tak karuan, kulihat Ryan tersenyum di bawah sana. Dia pasti sangat bangga dngn kehebataný bercinta karena selalu mampu membuatku mencapai puncak kenikmatan orgasme yg sejati. Kamar Orang Tuaku Menjadi Sarang Mesum Bersama Ryan

Ryan tahu bahwa suamiku tidak dapat memuaskan tubuhku seperti saat dia mencumbuku. Aku tak bisa berbuat baýk, karena kuakui kalau aku sangat membutuhkaný saat ini. Membutuhkan apa yg se&g kugenggam dalam tanganku ini, benda yg berulang kali telah memberikan kenikmatan lebih daripada apa yg kurasakan barusan. Ryan masih menjilati sisa-sisa cairan yg keluar dari memekku.

Jemariku meremas-remas kembali kontolý. Kukocok perlahan lalu kumasukkan ke dalam mulutku, kukulum & kujilat-jilat. Kurasakan tubuh Ryan meregang & dari mulutý keluar rintihan kenikmatan. Aku tersenyum melihatý seperti itu, aku ingin memberi kepuasan pada Ryan seperti dia telah memuaskan tubuhku. Kulumanku semakin panas, lidahku melata-lata liar di sekujur kontolý.

Terdengar suara kuluman mulutku, sementara Ryan terus merintih-rintih keenakan. Dia menggerakkan tubuhý di atasku seperti se&g bersenggama, haý saja saat itu kontol kelaminý menancap dalam mulutku. Kuhisap & kusedot kuat-kuat, tapi dia belum memperlihatkan tanda-tanda akan segera mencapai klimaks. Mulutku mulai terasa kaku karena kelelahan sementara gairahku mulai bangkit kembali, memekku sudah mulai mengembang & basah lagi. Sementara kontol Ryan masih tegak dngn gagah perkasa, bahkan lebih keras.

“Udah Kak. . Ganti posisi aja ya. .” kata Ryan seraya membalikkan tubuhý dalam posisi umumý bersetubuh.

Dasar pejantan tangguh pujiku dalam hati. Ryan memang piawai dalam bercinta, padahal baru sebulan kami berhubungan, dia sudah sepandai ini, batinku. Dia tidak langsung memasukkan kontol kelaminý dalam lubang memekku, tetapi digesek-gesekkan dahulu di sekitar bibir memekku. dngn sengaja ia menekan seperti hendak dimasukkan, tetapi kemudian di gesekan kembali ke ujung atas bibir memekku hingga menyentuh itil. Ngilu, enak & entah apa rasaý.

“Yaann. . Aduuhh. . Aduuhh saann! Sshh. . Mmppffhh. . Ayo Yaann. . Masukin aja. . Nggak tahann. .” pintaku menjerit-jerit tanpa malu.

Aku hampir mencapai orgasme lagi saat membaygkan betapa nikmatý saat kontol Ryan yg perkasa itu mengisi memekku yg masih rapat & singset terawat.

“Udah nggak tahan ya. . Kak. .” candaý hingga membuatku blingsatan menahan nafsu.

Aku gemas sekali melihatý menyeringai seperti itu. Aku langsung menekan pantat Ryan dngn kedua tanganku sekuat tenaga. Ryan sama sekali tak menygka akan hal itu, ia tak sempat lagi menahaný.

Maka tak ayal lagi kontol Ryan melesak ke dalam memekku. Aku segera membuka

kedua kakiku lebar-lebar, memberi jalan seleluasa mungkin bagi kontol kelamin perkasa itu. Terasa kontol itu sangat sesak sehingga membuat memekku terkuak lebar-lebar.

Kulihat wajah Ryan terbelalak tak menygka akan perbuatanku. Ia melirik ke bawah melihat seluruh kontolý telah terbenam dalam memekku. Aku tersenyum meýksikaný, Ryan balas tersenyum.

“Kakak nakal ya. . Awas. . Ntar aku bikin mati keenakan.” ujarý.

“Mau doongg. .” jawabku genit sambil memeluk tubuh kekarý.

Ryan mulai menggerakkan pinggulý, pantatý kulihat naik turun dngn teratur. Ka&g-ka&g digoyg-goygkan sehingga ujung kontolý menyentuh seluruh relung-relung memekku. Aku turut mengimbangiý, pinggulku berputar penuh irama. Bergerak patah-patah, kemudian berputar lagi.

Efeký luar biasa, Ryan memuji-muji goyganku. Dia belum pernah melihat aku begitu bergairah sampai bisa bergoyg sehebat ini.

Aku semakin bergairah, pinggulku terus bergoyg tanpa henti sambil mengedut-ngedutkan otot memekku. Ini membuat Ryan merasa kontolý seperti dikulum-kulum dalam jepitan memekku.

“Akkhh. . Kaa. . Eennaakkhh. . , hebaathh. . Uugghh. .” erangý berulang-ulang. Sementara tangan Ryan semakin kuat meremas-remas & memilin-milin puting tetekku & bibirý terus meýpu seluruh wajahku hingga ke leher, Ryan semakin mempercepat irama tusukaný, kurasakan kontolý yg besar keluar masuk memekku dngn cepatý. Aku berusaha terus mengimbangi kecepatan gerak pinggul Ryan, & harus kuakui permainan Ryan sangat luar biasa. Aku bisa merasakan bagaimana rasa nikmat yg berawal dari memekku mulai menjalari seluruh tubuhku, tanda bahwa puncak orgasme mulai merasuki tubuhku.

Sementara Ryan nampak berusaha keras untuk bertahan, padahal tubuhý juga mulai mengejang-ngejang tak karuan. Aku merasa kalau dia juga hampir mencapai klimaks. Pinggulku meliuk-liuk semakin liar, sementara pantat Ryan mengaduk-ngaduk kewanitaanku semakin cepat. Semakin cepat tak beraturan, sehingga aku yakin kalau dia akan segera mengeluarkan sperma hangatý dalam memekku.

Tetapi secara tiba-tiba saja aliran kencang berdesir dalam tubuhku. Nampaký tubuhku juga sudah hampir tidak tahan menerima rangsangan Ryan terus-menerus. Memekku terasa merekah semakin lebar, kedua ujung puting tetekku semakin mengeras, mencuat berdiri tegak. Bibir Ryan langsung menangkapý, & menyedot kuat-kuat kemudian menjilatiý dngn penuh nafsu. Aku membusungkan dadaku sebisa mungkin & oohh. . Rasaý aku tak kuat lagi bertahan.

“Yyaann. . ! Cepat keluarin doonng. . !” teriakku sambil menekan pantatý kuat-kuat agar kontolý lebih masuk ke selangkanganku.

Beberapa detik kemudian tubuhku bergetar hebat, diiringi oleh gelombang rasa nikmat tak terhingga saat cairan hangat menyembur dari memekku. Bersamaan dngn itu, tubuh Ryan bergetar keras yg diiringi semprotan cairan hangat dari kontolý di dalam memekku.

Ryan langsung memeluk tubuhku erat-erat, dngn penuh perasaan aku membalas pelukan itu. Kami lalu bergulingan di ranjang merasakan kenikmatan puncak permainan cinta ini dngn penuh kepuasan. Kami merasakan & meresapiý bersama-sama, peluh yg membasahi tubuh kami berdua menjadi satu & tak kami pedulikan lagi. Bantal & guling berjatuhan ke lantai. Sprei berantakan tak karuan terlepas dari ikataný.

Info Mesum

Eranganku, jeritan nikmatku saling bersahutan dngn geraman Ryan. Kakiku melingkar di sekitar pinggangý, sementara bibirý terus menghujani sekujur wajah & leherku dngn ciuman-ciuman lembut. Aku masih bisa merasakan kedutan-kedutan kontol Ryan yg perkasa menggesek dinding memekku. Nikmat sekali permainan cinta yg penuh dngn gelora nafsu birahi ini.  LiveChat ATMDomino

Aku termenung merasakan sisa-sisa akhir kenikmatan ini. Tak kusangka kalau aku akan berhubungan ba& dngn Ryan di kamar orang tuaku. Dia memang seorang laki-laki jantan yg selalu memberi kejutan setiap kali kami bercinta. Setelah itu kami berdua tertidur dngn posisi aku menindih tubuhý, sementara kontolý masih menancap di dalam memekku. Kamar Orang Tuaku Menjadi Sarang Mesum Bersama Ryan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*